Selama bertahun-tahun, WordPress telah menjadi “raja tanpa mahkota” di dunia pembuatan website. Mulai dari blog pribadi, website profil perusahaan (company profile) UMKM di Indonesia, hingga portal berita besar nasional, hampir semuanya mengandalkan sistem manajemen konten (CMS) berlogo ‘W’ ini. Namun, takhta tersebut kini mulai goyah.

Data terbaru dari W3Techs menunjukkan sebuah tren yang cukup mengejutkan: pangsa pasar WordPress terus merosot selama enam bulan berturut-turut. Di saat platform kompetitor seperti Shopify dan Wix cenderung stabil atau bahkan tumbuh, WordPress justru harus rela kehilangan sebagian penggunanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini saatnya bagi para pelaku bisnis dan web developer di Indonesia untuk mulai melirik platform alternatif?

Membedah Data: Penurunan yang Tidak Biasa

Jika kita melihat data secara tahunan (year-on-year) dari Januari 2025 hingga Januari 2026, penurunan pangsa pasar WordPress sebenarnya terlihat cukup kecil, yaitu hanya sekitar 0,60 persen. Namun, jika kita melihat data bulanan yang lebih spesifik, ada alarm peringatan yang berbunyi sangat nyaring.

Pada Desember 2025, WordPress masih menguasai 43,20% pangsa pasar global. Hanya dalam waktu singkat, per Mei 2026, angka tersebut merosot ke 41,90%. Penurunan sebesar 1,1 persen dalam waktu kurang dari setengah tahun ini hampir empat kali lipat lebih cepat dibandingkan penurunan tahunan sebelumnya. Tren penurunan ini terjadi secara konsisten setiap bulan selama enam bulan berturut-turut.

Kehilangan pangsa pasar ini bukanlah tren industri secara umum, melainkan masalah internal yang spesifik dihadapi oleh ekosistem WordPress saja. Platform pembuat website lain justru menunjukkan performa yang cukup solid dalam periode yang sama.

Mengapa Pengguna Mulai Menjauh? Drama Internal Jadi Pemicunya

Penurunan tajam yang dimulai sejak Desember 2025 ini bukan tanpa alasan. Banyak analis industri menilai bahwa konflik publik yang melibatkan Matt Mullenweg (salah satu pendiri WordPress dan CEO Automattic) dengan WP Engine (salah satu penyedia hosting WordPress terbesar di dunia) menjadi penyebab utama rusaknya reputasi platform ini.

1. Konflik Hukum yang Memecah Belah Komunitas

Perseteruan ini memuncak ketika WP Engine mengajukan gugatan hukum federal terhadap Mullenweg dan Automattic pada Oktober 2024, yang kemudian berujung pada keputusan pengadilan (preliminary injunction) pada Desember 2024. Perselisihan publik ini membuat banyak pengguna dan developer merasa tidak nyaman dengan arah kepemimpinan WordPress saat ini.

2. Badai Resign di Tubuh WordPress

Dampak drama ini tidak hanya terasa di luar, tapi juga di dalam organisasi. Sekitar 8% karyawan Automattic memilih mengundurkan diri karena tidak setuju dengan langkah yang diambil Mullenweg. Salah satu kehilangan terbesar adalah mundurnya Josepha Haden Chomphosy, yang menjabat sebagai Executive Director untuk proyek open-source WordPress. Kehilangan figur penting seperti Josepha tentu mengguncang stabilitas pengembangan WordPress.

3. Kepercayaan Developer dan Agensi yang Runtuh

Bagi agensi pembuatan website, kepercayaan terhadap stabilitas sebuah platform adalah segalanya. Ketika pemimpin platform terlihat tidak stabil atau terlibat dalam konflik hukum yang berlarut-larut, para profesional mulai ragu untuk merekomendasikan WordPress kepada klien mereka. Sentimen negatif ini perlahan tapi pasti mendorong migrasi massal ke platform lain.

Kompetitor yang Siap Merebut Mahkota

Di saat WordPress sedang sibuk dengan masalah internalnya, para pesaingnya tidak tinggal diam. Berdasarkan data dari HTTPArchive, beberapa platform alternatif menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif:

  • Shopify: Semakin diminati oleh pelaku bisnis e-commerce, termasuk brand-brand lokal di Indonesia, karena kemudahan penggunaan dan sistem pembayaran yang terintegrasi tanpa perlu pusing memikirkan maintenance server.
  • Wix & Squarespace: Menjadi pilihan utama bagi UMKM atau pemilik bisnis pemula yang menginginkan website instan dengan tampilan modern tanpa harus menyentuh baris kode (no-code).
  • Astro Framework: Untuk level developer profesional, framework website modern seperti Astro mengalami pertumbuhan eksponensial. Jumlah unduhan Astro melonjak dari 4,59 juta di bulan Januari menjadi 9,24 juta di bulan April.

Titik Terang: Fitur AI dan Kekuatan Komunitas

Meskipun berada dalam tren menurun, terlalu dini untuk mengatakan bahwa WordPress akan segera mati. Baru-baru ini, WordPress merilis pembaruan perangkat lunak (software) skala besar yang sangat krusial. Pembaruan ini memberikan fondasi kuat bagi para developer plugin dan tema untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara mendalam.

Dengan ukuran komunitas global yang luar biasa besar, inovasi berbasis AI di ekosistem WordPress berpotensi melaju jauh lebih cepat dibandingkan kompetitornya. Masa depan WordPress kini sangat bergantung pada bagaimana komunitas mengeksploitasi teknologi baru ini untuk merebut kembali hati para pengguna.

Tips Praktis bagi Pemilik Website dan UMKM di Indonesia

Jika Anda adalah pemilik bisnis di Indonesia yang saat ini menggunakan atau berencana membuat website, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa Anda lakukan guna menyikapi situasi ini:

  • Jangan Panik untuk Migrasi: Jika website WordPress Anda saat ini berjalan dengan lancar, aman, dan menghasilkan penjualan, Anda tidak perlu terburu-buru melakukan migrasi ke platform lain. Proses migrasi website membutuhkan biaya dan risiko penurunan performa SEO jika tidak dilakukan oleh profesional.
  • Evaluasi Kebutuhan Bisnis Anda: Jika Anda hanya membutuhkan landing page sederhana untuk promosi produk UMKM, platform seperti Wix atau bahkan penyedia lokal di Indonesia bisa menjadi alternatif yang lebih praktis daripada mengelola WordPress mandiri (self-hosted).
  • Gunakan Hosting Lokal yang Andal: Jika tetap menggunakan WordPress, pastikan Anda menggunakan jasa web hosting Indonesia yang memiliki reputasi baik, layanan bantuan 24 jam, dan fitur keamanan tingkat tinggi untuk meminimalkan risiko teknis.
  • Pantau Perkembangan Fitur AI: Mulailah mengeksplorasi plugin bertenaga AI di WordPress untuk otomatisasi pembuatan konten, optimasi SEO, atau layanan pelanggan (chatbot) guna meningkatkan efisiensi bisnis Anda.

Ringkasan Artikel (Key Takeaways)

  • Pangsa pasar WordPress mengalami penurunan berturut-turut selama 6 bulan, dari 43,20% (Desember 2025) menjadi 41,90% (Mei 2026).
  • Pemicu utama penurunan ini diyakini akibat konflik publik dan hukum antara pendiri WordPress, Matt Mullenweg, dengan WP Engine yang merusak sentimen komunitas.
  • Sebanyak 8% karyawan Automattic mengundurkan diri, termasuk figur penting seperti Executive Director WordPress.
  • Platform kompetitor seperti Shopify, Wix, dan teknologi baru seperti Astro Framework terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
  • WordPress masih memiliki peluang bangkit berkat pembaruan sistem terbaru yang sangat mendukung integrasi teknologi AI.

Bagaimanapun juga, WordPress tetaplah sebuah raksasa dengan ekosistem terbesar di dunia saat ini. Dinamika yang terjadi saat ini adalah proses seleksi alam yang memaksa WordPress untuk terus berbenah dan berinovasi demi mempertahankan takhtanya di dunia digital.

Referensi artikel asli: Klik disini