Sebagai praktisi digital marketing atau pemilik bisnis, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Bagaimana caranya agar budget iklan tidak cepat habis tapi konversi tetap tinggi?” Banyak dari kita yang merasa sudah membuat copy iklan yang menarik dan target audiens yang pas, tapi saldo iklan (ad spend) tetap terkuras tanpa hasil yang memuaskan. Istilah populernya di kalangan marketer Indonesia: iklan kita “boncos”.
Tenang, ada satu trik rahasia yang sering dilewatkan oleh banyak pengiklan pemula maupun profesional. Trik ini terbukti ampuh menghemat anggaran sekaligus meningkatkan ROI (Return on Investment) secara signifikan. Jawabannya adalah: Ad Scheduling (Penjadwalan Iklan).
Dalam panduan lengkap ini, kita akan mengupas tuntas apa itu ad scheduling, mengapa fitur ini sangat krusial untuk pasar Indonesia, serta bagaimana cara mengaturnya di tiga platform iklan terbesar: Google Ads, Meta Ads (Facebook & Instagram), dan Microsoft Ads.
—
Apa Itu Ad Scheduling dan Mengapa Bisnis Anda Menghabiskan Uang Sia-sia?
Secara default, saat Anda membuat kampanye iklan baru di Google, Meta, atau Microsoft, platform tersebut akan menjalankan iklan Anda selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu (24/7). Logikanya terdengar bagus: semakin sering iklan tayang, semakin banyak orang yang melihat. Namun, kenyataannya tidak seperti itu.
Ad scheduling (atau yang dulu sering disebut dayparting) adalah teknik membatasi penayangan iklan hanya pada hari-hari tertentu dan jam-jam tertentu yang dinilai paling menghasilkan konversi.
Bayangkan Anda memiliki bisnis kuliner katering makan siang di Jakarta. Apakah relevan jika iklan Anda tayang pada hari Minggu jam 2 pagi? Tentu tidak. Orang yang mengklik iklan Anda pada jam tersebut kemungkinan besar hanya “iseng” dan tidak akan melakukan pembelian, sehingga Anda membuang-buang biaya klik (pay-per-click) secara sia-sia.
Dengan menerapkan ad scheduling, Anda bisa memastikan budget iklan hanya dialokasikan pada waktu-waktu emas (peak hours) saat calon pelanggan Anda sedang aktif mencari dan siap melakukan transaksi.
—
Mengapa Ad Scheduling Sangat Krusial untuk Pasar Indonesia?
Perilaku konsumen di Indonesia sangat dipengaruhi oleh waktu dan kebiasaan harian. Berikut adalah beberapa contoh mengapa penjadwalan iklan sangat berpengaruh di pasar lokal:
- Jam Istirahat Kantor: Warga Indonesia paling aktif berbelanja online di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau memesan makanan via GoFood/GrabFood pada jam makan siang (12.00 – 13.00) dan setelah jam kerja (18.00 – 21.00).
- Periode Gajian (Payday): Antara tanggal 25 hingga tanggal 5 setiap bulannya, daya beli masyarakat Indonesia melonjak drastis. Anda mungkin ingin meningkatkan bid atau memperpanjang jam tayang iklan pada periode emas ini.
- Momen Musiman (Ramadhan): Saat bulan puasa, pola aktivitas berubah total. Jam sibuk bergeser ke waktu Sahur (03.00 – 05.00) dan menjelang Berbuka (16.00 – 18.00). Menayangkan iklan di luar jam tersebut pada bulan Ramadhan sering kali kurang efektif.
—
Cara Mengatur Ad Scheduling di Google Ads
Di platform Google Ads, penjadwalan iklan diatur pada level kampanye (campaign level). Ini berlaku untuk semua jenis kampanye, mulai dari Search, Display, hingga kampanye otomatis seperti Performance Max (PMax).
Jebakan Zona Waktu (Time Zone) yang Wajib Anda Hindari
Sebelum mengatur jadwal, ada satu hal penting yang harus Anda pahami tentang Google Ads: Google menjalankan jadwal iklan berdasarkan zona waktu akun iklan Anda, bukan lokasi audiens Anda.
Misalnya, jika akun iklan Anda diatur dengan zona waktu WIB (Waktu Indonesia Barat), namun Anda menargetkan pelanggan di Bali atau Papua (WITA/WIT), Anda harus melakukan kalkulasi manual. Jika Anda ingin iklan tayang jam 9 pagi di Bali (WITA), maka di dashboard Google Ads Anda harus mengaturnya mulai jam 8 pagi WIB.
Langkah-Langkah Mengatur Jadwal di Google Ads:
- Masuk ke akun Google Ads Anda.
- Pilih kampanye yang ingin Anda edit di menu sebelah kiri.
- Klik menu “Ad Schedule” (Jadwal Iklan) yang biasanya berada di bawah tab “Audiences, keywords, and content” atau melalui menu setelan kampanye.
- Klik ikon pensil (Edit) untuk mulai mengatur hari dan jam yang Anda inginkan.
- Anda bisa memilih opsi “Setiap Hari”, “Hari Kerja (Senin-Jumat)”, “Akhir Pekan (Sabtu-Minggu)”, atau menentukan hari tertentu secara spesifik beserta rentang jamnya.
- Klik Save.
Tips Tambahan (Bid Adjustments): Jika Anda tidak ingin mematikan iklan sepenuhnya di luar jam sibuk, Anda bisa menggunakan fitur Bid Adjustment. Misalnya, Anda tetap ingin iklan tayang di malam hari tapi dengan biaya per klik (CPC) yang lebih murah. Anda bisa mengatur penurunan bid sebesar 30% untuk jam 22.00 – 05.00.
—
Mengatur Jadwal Iklan di Meta Ads (Facebook & Instagram Ads)
Meta Ads juga memiliki fitur penjadwalan iklan yang sangat kuat untuk mengoptimalkan promosi di Instagram dan Facebook. Namun, ada satu syarat utama yang harus Anda penuhi di Meta: Fitur ini hanya bisa digunakan jika Anda memilih “Lifetime Budget” (Anggaran Seumur Hidup), bukan “Daily Budget” (Anggaran Harian).
Cara Mengaturnya di Meta Ads Manager:
- Buka Meta Ads Manager dan buat kampanye baru atau edit kampanye yang sudah ada.
- Di level Kampanye (Campaign), tentukan anggaran Anda menggunakan Lifetime Budget.
- Masuk ke level Ad Set (Set Iklan).
- Scroll ke bagian “Budget & Schedule” (Anggaran & Jadwal).
- Centang kotak bertuliskan “Run ads on a schedule” (Jalankan iklan berdasarkan jadwal).
- Akan muncul grid waktu 24 jam selama 7 hari. Anda cukup mengklik kotak-kotak waktu di mana Anda ingin iklan Anda aktif. Berbeda dengan Google, Meta secara otomatis menyesuaikan penayangan iklan dengan zona waktu lokal tempat target audiens Anda berada (ini adalah nilai plus dari Meta!).
—
Mengatur Jadwal Iklan di Microsoft Ads
Meskipun pangsa pasarnya tidak sebesar Google di Indonesia, Microsoft Ads (sebelumnya Bing Ads) sangat efektif untuk bisnis B2B (Business-to-Business) atau menargetkan profesional kelas atas yang menggunakan browser bawaan Windows (Edge).
Cara kerjanya hampir sama dengan Google Ads. Anda bisa masuk ke setelan kampanye, pilih “Ad Schedule”, lalu tentukan hari dan jam tayang. Microsoft Ads juga memungkinkan penyesuaian bid (bid adjustment) mulai dari -90% hingga +900% untuk waktu-waktu tertentu.
—
Tips Praktis Ad Scheduling untuk UMKM dan Pebisnis Indonesia
Agar strategi ini memberikan hasil maksimal bagi bisnis Anda, berikut beberapa tips praktis yang bisa langsung Anda terapkan hari ini:
- Jangan Menebak, Analisis Data Historis Anda: Sebelum mematikan iklan di jam tertentu, buka laporan performa iklan Anda selama 30 hari terakhir. Lihat pada jam berapa konversi (pembelian/leads) paling sering terjadi, dan jam berapa yang hanya menghasilkan klik tanpa pembelian.
- Sesuaikan dengan Jam Operasional CS (Customer Service): Jika bisnis Anda mengandalkan penutupan penjualan lewat WhatsApp (sangat umum di Indonesia), pastikan iklan hanya tayang saat tim CS Anda aktif membalas pesan. Menayangkan iklan di jam 12 malam saat CS tidur hanya akan membuat calon pembeli beralih ke kompetitor karena respon yang lambat.
- Lakukan Eksperimen Khusus Weekend: Untuk beberapa produk retail fashion atau hobi, performa iklan di akhir pekan justru bisa lebih tinggi. Lakukan A/B testing untuk melihat apakah akhir pekan menghasilkan konversi yang lebih murah untuk produk Anda.
—
Ringkasan: Poin Penting yang Wajib Dicatat (Key Takeaways)
- Ad Scheduling (Dayparting) adalah cara terbaik untuk menghemat anggaran iklan dengan membatasi tayangan hanya pada jam-jam produktif.
- Gunakan fitur ini untuk menyelaraskan iklan Anda dengan perilaku belanja masyarakat Indonesia (seperti waktu gajian, jam makan siang, atau momen Ramadhan).
- Ingat bahwa Google Ads menggunakan zona waktu akun iklan Anda, sementara Meta Ads menggunakan zona waktu audiens Anda.
- Di Meta Ads, fitur ini hanya aktif jika Anda menggunakan opsi Lifetime Budget.
- Pastikan jadwal iklan sinkron dengan jam operasional tim Customer Service WhatsApp Anda demi konversi yang maksimal.
Sekarang, saatnya Anda masuk ke dashboard iklan Anda, cek data historisnya, dan mulailah memangkas biaya iklan yang terbuang sia-sia dengan ad scheduling. Selamat mencoba, dan semoga bisnis Anda semakin cuan!
Referensi artikel asli: Klik disini